Basic of UI
BASIC OF UI (USER INTERFACE)
sumber gambar :https://productea.com/en/ui-design
1. Komunikasi dan Umpan Balik yang Efektif
Berkomunikasi dengan pengguna Anda di
setiap tindakan dengan memberikan umpan balik yang sering yang memvalidasi
tindakan mereka dan mendorong mereka akan sangat membantu. Tetap beri tahu
pengguna dengan isyarat visual atau pesan sederhana yang dengan jelas
menunjukkan apakah tindakan mereka akan mengarah pada tujuan yang diantisipasi.
sumber gambar :https://is.gd/OohN43
2. Warna
Mengenal dasar-dasar warna dan maknanya akan membantu kita untuk
mendesain suatu tampilan yang baik. Selain itu, psikologi warna dan hubungan
perpaduan warna juga penting untuk menciptakan kesan visual yang enak
dipandang.
3. Keseimbangan, Kontras, dan Tipografi
Seorang UI/UX dituntut untuk merancang desain atau tampilan yang
seimbang dengan tetap mempertimbangkan kontras serta pilihan huruf yang enak
dibaca.
4. Konsisten
Prinsip yang terakhir yaitu konsisten. Menjalankan profesi UI/UX desainer harus terus senantiasa memperluas pengetahuan dan pengalaman untuk bisa tetap konsisten mengemban tugas. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagi ilmu dengan komunitas UI/UX dan membaca berbagai referensi.
5. Hierarki Visual
Apa itu hierarki visual? Nah, itu adalah pengaturan elemen dengan cara yang menyiratkan kepentingan relatif. itu upaya desainer untuk memandu urutan di mana mata melihat informasi yang disajikan
sumber gambar : https://dribbble.com/shots/1315388-Dashboard-Web-App-Product-UI-Design-Job-Summary
6. Responsif
Desain UI yang responsif itu seperti apa? Responsif memiliki beberapa
arti. Pertama, responsif artinya konten bisa tersaji cepat. Dengan kata
lain, loading aplikasi cepat. Kedua, responsif artinya memberi feedback
pada user. Misalnya notifikasi ketika suatu proses berhasil. Memberi tahu
proses upload file, dll.

sumber gambar : elegantthemes.com
Ketiga, responsif artinya desain UI bisa menyesuaikan di berbagai
perangkat. Jadi pada saat user membuka aplikasi di suatu perangkat dengan ukuran
layar tertentu, desainnya tetap nyaman.
sumber
gambar: invisionapp.com
Sekarang ini, hampir semua web sudah
menerapkan desain UI yang responsif. Terlebih lagi algoritma Google lebih
mengutamakan web yang mobile friendly.
7. Efisien
UI harus bisa memfasilitasi tujuan
user secara efisien.
Pada proses perancangan, desainer UI
harus bisa merumuskan dulu tujuan user. Setelah itu, mereka baru bisa
memberikan fitur atau tampilan yang paling efisien.
Salah satu contoh web yang menerapkan
prinsip ini secara optimal adalah blog Ahrefs.
Perancang UI blog Ahrefs cukup paham
bahwa user butuh list content yang bisa mengarahkan mereka ke poin tertentu.
Pada akhirnya, mereka mendesain list content di bagian kiri yang tetap steady
meski halaman di scroll.

8. Contrast (Kontras)
Kontras dalam desain maksudnya adalah
perbedaan yang mencolok. Artinya setiap elemen desain harus bisa ‘dibedakan’
dengan yang lain. Bahasa mudahnya, jangan sampe ‘nyaru’ satu sama
lain. Menggunakan kontras bisa dengan menggunakan elemen desain seperti:
warna, corak, ukuran, ataupun bentuk yang bisa berbeda-beda.
sumber :
- https://www.getcloudapp.com/blog/ui-design/
- https://clevaster.wordpress.com/2021/03/11/dasar-dasar-ui-ux/
- https://medium.com/hh-design/crash-course-ui-design-25d13ff60962
- https://www.jogjahost.co.id/blog/user-interface-adalah/
- https://medium.com/belajar-desain/mendesain-lebih-baik-dengan-metode-c-r-a-p-e7d971db311d

.png)

Komentar
Posting Komentar